Agus menilai, dalam kondisi bencana seperti ini, peran pemerintah amat penting untuk memastikan segala keperluan warga terdampak gempa terpenuhi dan tertangani dengan baik.
"Dengan kita (pemerintah) hadir di tengah-tengah mereka, ada semangat untuk bangkit. Ada perasaan tenang karena mereka (korban) tidak sendiri. Di saat yang sama, pemerintah juga harus bekerja cepat dan tanggap dalam penanganan korban bencana," ujarnya.
Diketahui, BMKG menginformasikan terjadinya gempa dekat Situbondo berkekuatan 6,0 SR pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB. Pusat gempa ada di 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jatim dengan kedalaman 12 km.
Dalam bencana gempa ini, tiga orang meninggal dan 24 orang mengalami luka-luka. Semuan korban berasal dari Kabupaten Sumenep. Sementara itu terdata 241 rumah di Kecamatan Gayam dan Nonggunong mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi.