Menpan RB Minta Pemda Percepat Reformasi Birokrasi untuk Pengentasan Kemiskinan 

Avirista Midaada
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas. (Foto: Dok. KemenPANRB)

“Syaratnya banyak banget. Ternyata benar ada 12.000 item harus ber-SNI. Padahal yang wajib hanya 300. Setiap kebijakan harus ada afirmasi, agar rakyat kecil bisa mengakses dan mereka bisa beli produknya,” tuturnya. 

Dia juga berharap agar perjalanan dinas dan rapat-rapat dinas yang tidak penting, tidak perlu dilakukan demi menghemat anggaran. Hal ini penting agar anggaran yang diperuntukkan bisa diberikan ke masyarakat untuk menekan angka kemiskinan di daerah-daerah. 

“Jangan sampai programnya kemiskinan di daerah tertentu, tapi anggaran studi banding sama makan-makannya sama rata-rata. Karena yang dibagi makanannya tetap saja, telur dibelah jadi dua, sama kacang hijau. Anggarannya banyak untuk rapat-rapat, sama seminar dibandingkan dibagikan ke rakyat,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah (Pemda) tidak studi banding hanya untuk mengetahui bagaimana cara mengentaskan kemiskinan saja.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jusuf Kalla Sebut Faktor Kemiskinan Picu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT

57 tahun lalu

Didukung Perindo, Nelson-Kris Siap Bawa Gorontalo Mentas dari Kemiskinan

57 tahun lalu

Duet Nelson Pomalingo–Kris Wartabone di Pilgub Gorontalo, Pasangan Religius-Nasionalis

57 tahun lalu

Menpan RB Segera Teken Penegerian STHD Klaten jadi STAHN Jawa Dwipa

57 tahun lalu

Seleksi Calon ASN dan PPPK 2024 Segera Dibuka, Pemkab Pandeglang Masih Butuh 8.319 Pegawai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal