Mengenal Sentot, Sosok Panglima Perang Pangeran Diponegoro yang Pemberani tapi Hidup Boros

Avirista Midaada
Lukisan yang menggambarkan situasi penangkapan Pangerang Diponegoro (Foto: repro/Sindonews)

Tetapi di sisi lain, dinamika jalannya perang ini mulai tidak menguntungkan bagi Pangeran Diponegoro. 

Pada Desember 1828, Sentot meminta agar diberi kuasa untuk memimpin seluruh kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro di medan tempur sekaligus diizinkan untuk menarik pajak langsung, yang berarti mengabaikan patih. 

Pangeran Diponegoro takut, jangan-jangan rakyat kebanyakan bakal ditindas, jika Sentot yang terkenal suka hidup boros itu diizinkan memegang tanggung jawab militer dan pemerintahan dalam satu tangan. 

Namun Pangeran Diponegoro lalu meminta pendapat para komandan yang lain. Dia bertanya pada seorang pamannya yakni Pangeran Ngabehi. 

Hal ini akhirnya mengganggu batin sang pangeran. Dia sadar bahwa perannya sebagai Ratu Adil mestilah menjamin kebijakan pajak yang ringan dan tersedianya sandang pangan murah.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal