Megahnya Istana Mataram di Bawah Sultan Amangkurat I, Luasnya 2 Hektare dan Dibangun dari Batu Alam

Avirista Midaada
Peninggalan Kerajaan Mataram. (Foto: pecihitam).

Rouffaer memberikan keterangan pada peta ini sebagai tembok-tembok keraton itu, yang sebelum tahun 1889 diratakan dengan tanah. Tembok ini dahulu setinggi 5 sampai 6 meter dan tebalnya 1,5 meter, dibangun seluruhnya dari batu bata, dan disisipi di sana-sini dengan bata alam. 

Permukaan tembok di atas diberi penutup bersegi tiga, seluruhnya terbuat dari batu alam putih yang diberi bentuk seperti batu bata yang lebar. Rupanya, tembok-tembok masjid juga terbuat dari bahan yang sama, dan Rouffaer masih dapat mengikuti bekas tempat berdirinya tembok itu di sisi utara dan sisi barat.

Konon masih ada tiga deretan ompak yaitu kaki untuk tiang kayu, tetapi sebenarnya dari catatan peneliti Belanda harusnya ada enam buah. Selain masjid, peneliti Belanda juga menemukan sebuah serambi. 

Konon bangunan istana ini tidaklah dibangun sekaligus dan dalam waktu cepat. Banyak informasi yang menyebut, pembangunan istana Plered ini memakan waktu cukup lama, dimulai dari pembangunan masjid hingga seluruh bagian istana dikerjakan. 

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kepala OIKN ke Istana, Laporkan Program 2026–2028 Penyelesaian Kawasan Legislatif Yudikatif

57 tahun lalu

Ternyata Ini Alasan Gibran Tak Hadir saat Prabowo Lantik Sejumlah Menteri Baru di Istana

57 tahun lalu

Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat

57 tahun lalu

Amangkurat I Bangun Istana Megah Kerajaan Mataram, Dikelilingi Danau Buatan

57 tahun lalu

Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Plered yang Megah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal