Risma juga membuka lebar kepada warga kota yang membutuhkan bantuan agar menghubungi Command Center 112 milik Pemkot Surabaya terkait apa pun masalahnya. Misalnya, yang ingin mengantarkan saudaranya ke rumah sakit cukup telepon 112, maka ambulans akan meluncur.
“Kalau ada keluarga tidak ada yang merawat hubungi 112, apa pun masalahnya. Bapak dan ibu kesulitan mengantar keluarga ke RS (rumah sakit), telepon kami di 112, kami akan membantu mengantarkan. Ada ambulans yang siap sedia secara gratis,” katanya.
Khusus menghadapi malam pergantian tahun ini, Risma juga mengimbau warganya untuk tidak berlebihan dalam merayakan. Bagi dia, akan lebih baik bila momen pergantian tahun seperti ini digunakan untuk introspeksi dan evaluasi diri.
“Tahun baru ini sebenarnya sama dengan hari-hari biasa. Karena itu, kita jangan merayakannya secara berlebihan. Contoh ketika menyalakan kembang api, akhirnya berdampak pada kebakaran rumah, atau akhirnya menyebabkan kecelakaan, sehingga menyebabkan cacat, itu jangan sampai terjadi,” ujarnya.
Atas kekhawatiran itu pula, Pemkot Surabaya tidak menggelar pesta kembang api. Bahkan acara car free night yang biasa digelar di malam pergantian tahun juga tidak diadakan pada tahun ini.
Kapolrestabes SurabayaKombes Pol Rudi Setiawan mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan kota Surabaya. Khusus di malam tahun baru, Polrestabes telah menyiapkan pengamanan sejak jauh hari sebelum Natal kemarin. “Mari bersama meningkatkan kerukunan dan kepedulian sekelilingnya. Jaga keamanan kota ini bersama-sama,” katanya.