Kecelakaan pesawat Adam Air di Masalembo diduga karena adanya turbluensi udara. Turbulensi udara terjadi karena di Masalembo merupakan perairan dangkal.
Kondisi tersebut menyebabkan air laut lebih cepat menguap dan membentuk awan hujan.
Bagi pilot, keadaan itu merupakan kondisi yang sulit. Hal tersebut lantaran pilot harus terbang lebih tinggi guna menghindari awan hujan.
Di perairan Masalembo terjadi pertemuan dua arus kuat. Dari arah barat atau Samudera Hindia bertemu dengan dari arah utara yang bersumber dari Samudera Pasifik.
Tabrakan arus itulah disebut sebagai penyebab beberapa kecelakaan kapal laut di Masalembo.