Gun Gun mengatakan, selama ini pendekatan terhadap napiter terus dilakukan. Harapannya mereka bisa sadar dan kembali setia kepada NKRI. "Bagi kami, mereka ini (napiter) adalah keluarga besar kami di Lapas Porong," katanya.
Gun Gun menjelaskan, meski pendekatan tidak mudah, namun pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin. Hasilnya, banyak di antara mereka yang sadar.
"Dari embilan napiter yang ditahan, sudah ada tujuh napiter yang menyatakan ikrar terhadap NKRI. Dalam waktu dekat insyaallah yang belum berikrar akan menyatakan ikrarnya ke NKRI," ujarnhya.
Sementara itu, Mukarram mengatakan ikarar yang dibacakan murni muncul dari hati nuraninya. Tidak ada paksaan atau bujuk rayu. Karena itu, dia berjanji untuk setia kepada NKRI. Akan melindungi segenap tanah air Indonesia, dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan Indonesia.
"Saya akan melepaskan baiat saya terhadap pemimpin ISIS atau organisasi jihadis radikal lainnya. Saya sampai kapanpun tidak akan berbaiat kepada mereka," ujarnya.
Dia menjelaskan, selama ini dirinya mengaku menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan. Selanjutnya dia tidak akan bergabung kembali dengan kelompok radikal atau kelompok terorisme lainnya.
Diketahui, Mukarram merupakan napiter yang pernah menjadi anggota JAD Indonesia. Bahkan, dia juga pernah menjadi anggota ISIS. Pria asal Aceh ini ditangkap oleh Densus 88 anti teror di Thailand saay akan melakukan jihad ke Suriah. Dia divonis 3,8 tahun dan ditahan di Lapas Cikeas sebelum akhirnya dipindah ke Lapas Porong pada 2019.