Selama di China, dia dan satu rekan sefakultas berusaha tak berinteraksi dengan warga. Ini mereka lakukan agar tak tertular virus korona.
“Selama di asrama, guru selalu memantau kondisi kami tiap hari. Komunikasi saya dengan teman-teman di Wuhan juga baik, semoga mereka bisa cepat pulang,” katanya.
Virlina mengakui suasana memang sepi dan sempat kesulitan mencari makanan karena bertepatan libur Imlek. Namun kondisi di sana tidak seheboh yang tersebar di media sosial.
Mahasiswa juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah RI atas sumbangan makanan dan minuman yang saat ini sudah sampai di China. Bila kondisi di China sudah kembali normal, Virlina mengaku akan kembali lagi untuk meneruskan kuliah.