Kericuhan ini terjadi secara spontan sebagai respons kekecewaan pemain atas kepemimpinan wasit.
“Kepemimpinan wasit yang merugikan mulai pemain Farmel hands ball di kotak penalti dibiarkan dan memberikan penalti kepada tim Farmel FC, serta meniup peluit akhir pertandingan saat tim kami NZR Sumbersari dalam posisi menyerang,” katanya.
Karena itu, dia kembali meminta maaf dan meminta agar PSSI tidak hanya menilai tim, tapi juga mengevaluasi kinerja perangkat pertandingannya.