Imron juga mengatakan, jika malam sebelumnya tidak ada suara cek cok antara istri dan korban. “Tidak tahu kalau ada masalah keluarga, tapi malamnya biasa saja,” katanya.
Sementara warga lain, Edi Suyitno mengatakan, korban biasanya mengamen, namun tidak pernah telat menjalankan sembahyang. Sampai saat ini, dugaan penyebab kematian masih belum diketahui.
“Istri korban belum bisa ditanyai karena masih syok dan pingsan. Tapi dugaan awal bunuh diri,” katanya.
Peristiwa ini pun dilaporkan ke petugas keamanan setempat. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Nguling tiba di lokasi dan olah TKP dan memasang garis polisi.
Kapolsek Nguling, Iptu Zudianto mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa pisau dapur. Dugaan sementara, korban bunuh diri, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil autposi.
“Sebelumnya, korban sempat salat Subuh di masjid. Setelah itu, istrinya tidur. Pagi harinya, saat istri mau membangunkan, korban sudah dalam kondisi tewas,” katanya.
Guna kepentingan penyelidikan dan memastikan penyebab korban meninggal dunia, jasad dibawa dengan ambulan ke Rumah Sakit R Sudarsono guna dilakukan autopsi.