“Saat itu, Bahar baru saja pulang dari Bali. Dia lantas meminta ibunya mengambil linggis dan dipukulkan ke kepala korban hingga tewas. Saat itu korban dalam posisi tertidur di kamar,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (7/11/2019).
Setelah bapaknya tewas, Bahar kemudian menguburkan mayatnya di belakang rumah yang saat itu masih berdinding bambu. Tubuh korban ditekuk. Tanahnya diurug menggunakan cangkul, lalu di atasnya diberikan taburan semen. Semua itu dilakukan dengan penerangan lampu head lamp.
“Sesaat sebelum kejadian, ibu BHR (Bahar) mematikan lampu sakelar yang di depan untuk memudahkan eksekusi tersebut. Setelah itu, BHR mengeksekusi bapaknya dengan linggis. BHR lalu menarik tangan kedua korban, untuk menyeret keluar dari kamar.”
“BHR sempat akan dibantu oleh ibunya B (Busani). Namun, karena melihat darah yang banyak sehingga B ketakutan. Saat dia akan menarik kaki korban, langsung dilepas. Akhirnya disampaikan anaknya, sudah bu, biar saya yang selesaikan,” katanya.
Jasad korban dikubur dengan cara ditekuk. Ini karena liang kubur cukup pendek dan dangkal. Lalu, pada bagian atas ditimbun dengan tanah dan ditaburi semen.