Sutiaji juga meminta agar keran perekonomian dibuka sedikit demi sedikit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dia khawatir bila tidak dibuka, perlahan-lahan justru akan memunculkan dampak baru.
Dia mengatakan, Kota Malang masih menerapkan PPKM level 4 dengan segala pembatasannya, mulai dari pusat perbelanjaan dan tempat wisata yang dilarang beroperasi. Namun mobilitas masyarakat masih terlihat tinggi dan justru masih cukup tinggi. Hal ini juga yang ditemukan di beberapa wilayah di Malang raya.
"Keran ekonomi dibuka dikit-dikit, tetapi tetap protokol Covid-19 kita kuatkan. Jangan sampai nanti turun level, akhirnya masyarakat abai. Ini kejadian. Saat ini saja seperti di Kota Malang menurut dokter, benar turun, tapi saat ini lambat turunnya," tuturnya.
Pria kelahiran Lamongan ini juga mengingatkan harusnya ada pengawasan-pengawasan mulai tingkat terkecil berbasis RT RW. Sebab, itulah esensi sebenarnya PPKM mikro yang selama ini diterapkan sebelum PPKM darurat diberlakukan.
"Tidak seperti kemarin. Berarti ini ada tanda-tanda khawatir lagi, ada kenaikan lagi. Karena sudah dipublikasikan ini longgar, longgar, jadi abai," katanya.
Diketahui, Kota Malang saat ini masih menerapkan PPKM level 4 karena berada di zona merah penyebaran Covid-19. PPKM di Malang telah diberlakukan sejak 3 Juli 2021 dengan nama PPKM darurat hingga 26 Juli. Selanjutnya pemerintah pusat mengubah istilah menjadi PPKM level 4 yang diterapkan sejak 27 Juli hingga 23 Agustus mendatang.
Sementara kasus Covid-19 di Kota Malang hingga Rabu pagi 18 Augustus 2021 berjumlah 13.560. Rinciannya 1.175 kasus aktif atau menjalani perawatan, 11.489 kasus sembuh dan 986 meninggal dunia.