KPK Periksa Belasan Pejabat Pemkab Mojokerto

Ihya Ulumuddin
Tritus Julan
Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto Harsono usai diperiksa penyidik KPK terkait dugaan gratifikasi perizinan tower seluler di Mapolres Mojokerto, Jumat (27/4/2018). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

Soal adanya gratifikasi dalam proses perizinan tower, Didiek mengaku tak mengetahui. Saat itu, dia tidak lagi menjabat kepala Satpol PP karena sudah digantikan Harsono. "Sudah bukan saya yang menjabat, tapi Pak Harsono," ujar Didiek.

Sementara, Harsono yang ditemui saat istirahat memilih bungkam. Tak satu pun pertanyaan yang dilontarkan wartawan dijawabnya. Harsono hanya meminta kepada wartawan untuk menanyakan langsung kepada penyidik KPK. "Tanya saja kepada penyidik," kata Harsono.

Begitu juga dengan Ali Kuncoro. Dia memilih tak menjawab pertanyaan wartawan.

Tak hanya memeriksa sejumlah pejabat, penyidik KPK juga kembali menggeledah di sejumlah kantor pemerintahan di Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Di hari keempat, KPK menggeledah kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Diduga kuat, KPK mendalami dugaan kasus jual beli jabatan yang lama santer terdengar. Penyidik KPK juga menggeledah kantor Dinas Pertanian dan Rumah Sakit dr Soekandari Mojosari.

Sebelumnya, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengaku penggeledahan yang dilakukan penyidik terkait dengan dugaan kasus gratifikasi perizinan 15 tower. Namun, dia membantah terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, ada pemilik tower yang memberikan uang karena ada yang tidak berizin dan ditertibkan Satpol PP. "Saya tak kenal pemiliknya dan saya tak pernah ketemu. Uangnya berapa dan diberikan ke siapa saya juga tidak tahu," kata Mustofa Kamal.

Selama empat hari berada di Mojokerto, penyidik KPK telah menyita sedikitnya enam mobil, dua motor bupati, dan lima jet ski milik MKP. Meski telah menggeledah di hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Mojokerto dan menyita sejumlah barang dan uang milik bupati, KPK masih belum merilis status MKP dalam kasus tersebut.

Editor : Achmad Syukron Fadillah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asyik Ngobrol saat Upacara Hari Pancasila, Sejumlah ASN di Majalengka Digaruk Satpol PP

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 800 Meter dari Puncak

57 tahun lalu

Kebakaran di Bondowoso, 2 Rumah Hangus gegara Lupa Matikan Tungku saat Masak Daging Kurban

57 tahun lalu

Sapi Kurban Prabowo 1,1 Ton di Lamongan Jadi Tontonan Warga Sekampung saat Disembelih

57 tahun lalu

Korupsi Anggaran BBM Subsidi, Eks Camat Medan Polonia Dituntut 2 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal