Prahasta mengatakan, longsornya salah satu rumah di kompleks perumahan di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ternyata sudah diprediksi warga. Sebab, sebelumnya sempat muncul retakan-retakan di dinding pagar pembatas masuk perumahan. Bahkan, lokasi saluran air yang terdapat di depan perumahan juga ambles.
"Pergeseran tanah sudah muncul mulai 2017 dan kemarin hujan deras sekali akhirnya ambrol. Ini kemarin saluran airnya juga jebol, pagar pembatasnya retak," ujar Prahasta.
Saat kejadian, kondisi hujan deras sejak Senin siang hingga malam hari. Alhasil sekitar pukul 16.30 WIB, dirinya mendengar suara gemuruh seperti gempa. Tak berselang lama, dia mendapati istri Roland Sumarna berteriak-teriak minta tolong.
"Suara gemuruh, seperti gempa kecil. Saya kira malah gempa karena posisi saat itu hujan deras dan saya di rumah. Selanjutnya istri korban lari ke jalan teriak-teriak suamiku hanyut. Kita keluar semua, kita evakuasi warga, kita pindah semua," tuturnya.
Kini Prahasta dan ketujuh warga lainnya di Perumahan Griya Sulfat Inside berharap pengembang perumahan memiliki iktikad baik dan mencarikan solusi mengenai nasib penghuni perumahan itu. Ini mengingat dari 10 kavling yang tersedia, delapan kavling telah ditempati warga.