Komnas HAM: Gas Air Mata Jadi Sebab Utama Terjadinya Tragedi Kanjuruhan

Avirista Midaada
Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam (Foto: MPI/Avirista Midaada).

"Bagi Komnas HAM, pilar utama tragedi Kanjuruhan yakni gas air mata. Gas air mata yang ditembakkan ke tribun penonton, apakah Komnas HAM punya datanya, punya dokumentasinya, punya. Dan kami punya video kunci, terkait itu yang bisa menggambarkan posisi gas air mata sampai proses kematian, yang videonya diambil dari korban," tuturnya. 

Namun Anam melihat ada faktor lain yang menyebabkan tragedi itu terjadi dan ini yang kini tengah ditelusuri Komnas HAM secara menyeluruh. Sebab secara perputaran sistem persepakbolaan Indonesia luas dan melibatkan banyak stakeholder yang ada. 

"Yang sedang kami telusuri semua dari segi regulasi. Makanya kami juga lanjut PSSI, manggil PT LIB, manggil broadcasternya, termasuk tanya kepada penyelenggara klub manajemen, spektrum itu yang kami lihat," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

57 tahun lalu

5 DPO Penyerangan Tambrauw Menyerahkan Diri usai Negosiasi dengan Komnas HAM Papua

57 tahun lalu

Eksekusi Rumah Adat Tongkonan di Tana Toraja Ricuh, Belasan Orang Luka

57 tahun lalu

Cegah Bentrokan Susulan Pemuda di Makassar, Polisi Ditembaki Petasan

57 tahun lalu

Bentrokan Warga Pecah di Mimika, Polisi Tembakkan Gas Air Mata 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal