Di Pasai inilah, Raden Paku atau Sunan Giri belajar ilmu agama dari sejumlah ulama hingga akhirnya gurunya di Pasai memberinya gelar "Ainul Yaqin".
Setelah berguru ke wilayah Pasai, Aceh, Sunan Giri kembali ke Pulau Jawa. Dia kemudian mengadakan tempat berkumpul pondok pesantren di Giri. Mayoritas murid-muridnya berasal dari orang-orang kecil dan golongan sudra jika di agama Hindu.
Selain menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, Raden Paku juga mencoba mengembangkan misi menyebarkan agama Islam di luar Pulau Jawa.
Dia mengirimkan utusan keluar Jawa yang terdiri dari pelajar, saudagar hingga nelayan. Beberapa pulau di sekitar Jawa seperti Pulau Bawean, Pulau Kangean, bahkan sampai Pulau Ternate dan Haruku di Kepulauan Maluku menjadi tujuan misi pengembangan ajaran Islam Sunan Giri.
Guna menarik simpati masyarakat untuk memeluk islam, Sunan Giri banyak menciptakan tembang atau lagu-lagu sebagai media dakwah. Gending Asmaradana dan Pucung menjadi dua di antara beberapa tembang yang diciptakannya.