Kisah SK Trimurti Tolak Mengerek Merah Putih dan Pilih Sebarkan Kabar Proklamasi Kemerdekaan

Solichan Arif
SK Trimurti atau Surastri Karma Trimurti turut menyaksikan saat Soekarno-Hatta mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan. (Foto : Ist)

Tak lama setelah itu, SK Trimurti memutuskan meninggalkan rutinitasnya sebagai guru, dan memilih bergabung dengan Partindo (Partai Indonesia). Partindo merupakan partai politik yang berdiri 1 Mei 1931 setelah PNI dibubarkan tahun 1930.

Bung Karno bergabung ke Partindo pada Agustus 1932, dengan tercatat sebagai anggota Partindo cabang Bandung. “Saya sendiri masuk partai politik itu (Partindo) pada tahun 1933. Waktu itu saya berada di Bandung. Saya berguru pada Bung Karno,” kata SK Trimurti dalam Gelora Api Revolusi: Sebuah Antologi Sejarah.

Di Partindo, SK Trimurti mulai mengenal dunia jurnalistik. Atas dorongan Bung Karno, ia pertama kalinya menulis di surat kabar mingguan Fikiran Rakyat. Dari Fikiran Rakyat yang kemudian tutup, SK Trimurti lebih dalam menceburkan diri ke jurnalistik.

Ia menulis di surat kabar Berdjoeang pimpinan Doel Arnowo. Kemudian bersama-sama temannya di Solo, pada tahun 1935 mendirikan majalah bahasa Jawa, Bedug yang tak lama kemudian, berganti nama Terompet.

Keaktifannya di organisasi PMI (Persatuan Marheini Indonesia) membuat SK Trimurti ditangkap kolonial Belanda dan ditahan selama 9 bulan di Penjara Wanita Bulu, Semarang. Bebas dari penjara tahun 1937, ia kembali aktif di dunia pergerakan dan jurnalistik.

SK Trimurti banyak menulis di majalah Suluh Kita dan Sinar Selatan. Di surat kabar Sinar Selatan, ia bertemu dengan Muhammad Ibnu Sayuti atau Sayuti Melik, pemuda kelahiran Yogyakarta yang kemudian menjadi suaminya. Pernikahan keduanya berlangsung 19 Juli 1938.

Sayuti Melik yang kelak pada 17 Agustus 1945 menjadi juru ketik teks Proklamasi Kemerdekaan, sama-sama sebagai penulis di Sinar Selatan. Sayuti Melik dan SK Trimurti juga sama-sama hadir dalam upacara Kemerdekaan Indonesia yang disusul pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan.  

Saat upacara dilangsungkan, SK Trimurti berada di depan bendera, berdiri berjajar dengan Fatmawati, istri Bung Karno. Fatmawati mengenakan baju kebaya lengkap dengan kerudung seperti lazimnya perempuan Sumatera saat itu.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Resmi Jabat Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan Disambut Tradisi Pedang Pora

57 tahun lalu

Viral! Upacara Pengibaran Bendera di Lapangan Berlumpur, Seragam Putih Berubah Kecokelatan

57 tahun lalu

Brigjen Patrige Renwarin Dilantik Jadi Kapolda Papua Gantikan Komjen Mathius Fakhiri

57 tahun lalu

Digelar di Ketinggian 2.000 Mdpl, Upacara HUT ke-79 RI PT Freeport Indonesia Raih Rekor Muri

57 tahun lalu

Berduka, Dandim Jayawijaya Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Serka Erends Fasse

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal