Kisah Sastrawan Besar Indonesia Iwan Simatupang yang Meninggal Dunia secara Tragis

Solichan Arif
Tampak foto Iwan Simatupang dan Corry, istrinya (foto : repro)

Manikebu mengusung tag line seni untuk seni dengan humanisme universal sebagai basis pemikiran. Sedangkan para seniman Lekra yang merupakan ounderbow PKI mengusung realisme sosialis.   

Dalam perjalanan hidupnya Iwan cukup lama singgah di Hotel Salak, Bogor. Di kamar hotel bernomor 52, hampir seluruh esainya lahir. Dalam surat yang ia tujukan kepada HB Jassin (17 Januari 1962), Iwan menyebut dirinya sebagai “Manusia Hotel”.

"Kalau kukaji hidupku sendiri hingga kini, aku sendiri adalah “manusia hotel” itu. Terus menerus di hotel. Uit liefde & leed, karena suka dan terpaksa..," tulisnya.     

Pada 4 Agustus 1970, Iwan Simatupang tutup usia. Dia meninggal dunia di rumah kakak perempuanya di Jakarta, karena mengidap penyakit komplikasi. Sastrawan besar itu meninggal dalam kondisi ekonomi yang parah, selalu mengalami kesulitan biaya hidup, karena tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, sering berpindah pekerjaan. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Sastrawan Lampung Udo Z Karzi Raih Anugerah Sastra Rancage 2025

57 tahun lalu

Liburan Keluarga di Pantai Balekambang Malang, Wisatawan Meninggal di Penginapan

57 tahun lalu

Sosok KH Asmuni Noor, Ulama Karismatik Banten Wafat usai Ucap Alhamdulillah

57 tahun lalu

Tragis, Lansia di Nias Tewas Tersandar di Tumpukan Kayu Bakar dalam Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal