Pendekatan lemah lembut ditengarai menjadi kunci keberhasilan Syekh Subakir mengenalkan Islam di tanah Jawa.
Dalam syiar, Syekh Subakir tidak pernah mengusik nilai keyakinan dan kebudayaan penduduk Jawa yang sudah mapan. Sebelum masuk ke dalamnya, Syekh Subakir lebih dulu menyelami situasi kebatinan orang Jawa.
"Syekh Subakir datang dengan merangkul. Sebelum menata manusianya, ia lebih dulu menata tempatnya dengan menanam tumbal," kata Umar.