Kisah Pemberontakan Trunajaya dan Hancurnya Kerajaan Mataram di Plered

Avirista Midaada
Salah satu sudut istana plered pascakejatuhan oleh pemberontakan Trunajaya. (wikipedia).

Pasukan Trunajaya pun menghimpun kekuatan. Apalagi, didukung dengan adanya pemberontakan di pedalaman Jawa Timur dan Jawa Tengah ternyata lebih berhasil. 

Masa-masa kelam di Ibu Kota Mataram Plered pun tiba. Pada Juni 1677, keraton yang baru dibangun dengan susah payah oleh puluhan ribu rakyat, porak-poranda karena amukan para kaum pemberontak. 

Jatuhnya Plered oleh pasukan pemberontak di bawah pimpinan Trunajaya, membuat Amangkurat I melarikan diri dalam kondisi sakit. Pada situasi genting dan mengerikan ini, Amangkurat I dilanda krisis kepercayaan dari para pangeran kerajaan. 

Alih-alih membantu raja untuk menghalau serangan para pemberontak, para pangeran yang mulai berani menujukkan sikap tidak sukanya terhadap Amangkurat I, itu justru menghalangi perlawanan dengan baik. 

Pemberontakan lima hari mulai 28 Juni hingga 3 Juli 1677 membuat Ibu Kota Plered porak-poranda. Bangunan-bangunan megah Istana Mataram yang dibangun oleh puluhan ribu rakyat Mataram sia-sia karena dihancurkan pasukan pemberontak. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS

57 tahun lalu

Cekcok di Rumah Kos Mataram Berujung Penikaman, Pelaku Ditangkap di Dompu

57 tahun lalu

Kampung Rawan Narkoba di Mataram Digerebek Polisi, 13 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

ASN Lombok Utara Ditemukan Tewas di Hotel Mataram

57 tahun lalu

Mataram Geger, Pria Ditemukan Tewas di Halaman Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal