Kisah Pangeran Diponegoro, Marah gegara Tokoh Agama Kiai Murmo Wijoyo Ditangkap Belanda

Avirista Midaada
Foto : lukisan Diponegoro (foto repro)

Namun kondisi kesehatan guru agama itu sudah sedemikian buruk dan ia tutup usia tanpa pernah melihat keluarganya lagi. Perlakuan terhadap Kiai Murmo ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Nahuys bahkan merasa bangga dengan taktik "tangan besi" itu, di mana ia tak segan-segan memerintahkan penangkapan seorang ulama saat ia sedang mengajar di pesantren.

Sikap semacam ini berkembang semakin kuat menyusul pecahnya Perang Jawa, masa dimana para santri- pemuda Muslim yang sedang belajar agama dapat dijatuhi hukuman mati hanya karena diduga sebagai simpatisan pro-Diponegoro. Di sisi lain, kasus penangkapan Murmo menandai sebuah tahap penting, yakni merosotnya hubungan Diponegoro dengan penguasa kolonial Belanda. 

Pengasingan selama enam tahun antara 1816-1824 dan kematian kiai-dari senile dementia (lemah ketuaan), yang berpengaruh ini betul-betul mengguncang jiwa dan menumbuhkan keyakinan pada diri Pangeran bahwa para pejabat jenis baru Belanda pasca-1816 dan para penyewa tanah betul-betul kurang menghormati Islam.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal