Menjadi menarik karena Sandi dan Jhonny sama-sama lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) alias peraih penghargaan Adhi Makayasa. Sandi lulusan terbaik Akpol 1995, sementara Jhonny alumnus terbaik 1996.
Menariknya pula, bukan kali ini saja Jhonny mengikuti jejak kakak kelasnya itu. Dalam riwayat karier Sandi, polisi kelahiran Salatiga ini pernah bertugas sebagai Kapolrestabes Medan pada 2016.
Jabatan itu pula yang disandang Jhonny sejak 20 Desember 2019. Mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini dipromosikan Kapolri sebagai Kapolrestabes Medan dari jabatan sebelumnya Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri.
Bagi Jhonny, bertugas di Surabaya bukan hal baru. Di awal-awal kariernya, polisi kelahiran Jayapura, Papua ini cukup lama berkutat di Kota Pahlawan.
Dia antara lain pernah menjadi Kanit Intelijen Polsek Krembangan (2000-2001), Kapolsek Karangpilang (2003-2005), Kanit I Sat II Ekonomi Ditreskrim Polda Jatim (2007-2008), Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009), Wakapolres Surabaya Selatan (2009-2010), Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim (2010-2011), dan Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim (2011- 2012).
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menuturkan, mutasi dan promosi jabatan merupakan hal biasa di organisasi Polri. Mutasi bagian dari regenerasi kepemimpinan.
"Mutasi jabatan sebagai regenerasi, tour of area dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi," kata Argo saat dihubungi iNews.id, Sabtu (2/5/2020).