Kisah Ketut Kresna Kapisan, Utusan Majapahit Pemegang Kendali Kerajaan Bali

Avirista Midaada
Ilustrasi Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)

Dalam menjalankan tugas-tugasnya sang penguasa baru sedikit sekali mengandalkan para pejabat setia yang diboyong dari Jawa, dan semakin lama semakin mengandalkan pada dua klan Bali setempat yang masih memiliki darah biru Raja Airlangga. 

Klan-klan ini diberi tugas-tugas sensitif yang terkait dengan sistem kuil dan tatanan desa, melalui dewan tradisional "rumah panjang" yang terdiri atas laki-laki desa yang sudah menikah. Tak heran jika kemegahan dan tampilan Majapahit dapat dengan mulus berpadu dengan adat-istiadat Bali. 

Babad sejarah Bali pun direvisi untuk nenjelaskan bagaimana para bangsawan, pangeran, pendeta, pejabat dan seniman terhubung dengan kebesaran imperium yang tengah mekar itu.

Pada pendirian keraton dan istananya di Samprangan, arsitektur bangunannya memasukkan unsur-unsur Jawa dan Hindu. Namun pernak-pernik dan emblemnya, termasuk keris Ganja Dungkul yang sakral itu, tetap dirancang untuk menciptakan dan memelihara tatanan imperium yang berkiblat pada pusat dunia, yakni Majapahit. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Janji Gajah Mada ke Gayatri, Lindungi Hayam Wuruk demi Masa Depan Majapahit

57 tahun lalu

Bali Blackout, Pasokan Listrik Baru Pulih 50 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal