Kisah Jenderal Hoegeng Ditempeleng Perwira Jepang Gara-Gara Jam 

Solichan Arif
Kapolri periode 1968-1971 Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. (Foto IG Jenderal Hoegeng Iman Santoso).

Hoegeng menjadi anggota perkumpulan Unitas Studiosorum Indonesiensis (USI) yang bermarkas di Jalan Kramat Raya.  Di USI dia kenal dengan Soedjatmoko, Soebadio Sastrosatomo, Soebandrio, A Hamid Algadrie, dan Chairul Saleh.

Semuanya masih sama-sama mahasiswa. Beberapa nama di antaranya kemudian menjadi tokoh PSI dan Murba.   

Saat masih mahasiswa RHS tersebut, Hoegeng menyaksikan pasukan Jepang pertama kalinya memasuki Jakarta. Suasana seketika heboh. "Mengikuti para tetangga, maka dengan cepat saya keluar rumah dan terus ke jalan Kramat Raya," tutur Hoegeng.

Di mana-mana terlihat banjir massa. Rakyat berjubel-jubel di pinggir jalan untuk menyaksikan konvoi militer tentara Jepang. Sementara pemandangan orang-orang Belanda di tempat umum, tidak terlihat lagi.

Penaklukan Jakarta, lalu pulau Jawa oleh Jepang (1942-1945) mengakibatkan hilangnya orang Belanda dari pemandangan di tempat-tempat umum. “Pada pihak lain, rakyat Indonesia mulanya tidaklah takut terhadap Jepang,” kata Hoegeng dalam "Hoegeng, Polisi: Idaman dan Kenyataan".

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

44 Personel Polres Barru Naik Pangkat, 9 Perwira 44 Bintara

57 tahun lalu

Kapolda Malut Mutasi 361 Personel, Perwira hingga Bintara

57 tahun lalu

Kapolda NTT Mutasi 314 Personel, Bintara hingga Perwira

57 tahun lalu

KSAL Kunjungi Kapal 2 Armada Perang Jepang, Kapal Selam dan Fregat

57 tahun lalu

Kisah KNIL Hadapi Jepang: Tentara Pribumi Dipaksa Bertempur dengan Persenjataan Minim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal