“Sebagai penerima Beasiswa Afirmasi Disabilitas LPDP, saya berharap para penyandang disabilitas terinspirasi untuk melanjutkan studi S2 maupun S3 dengan Beasiswa LPDP dan turut mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia inklusif,” ujar Umar.
“Saya dan tim Departemen Pendidikan Rumah Disabilitas Pusat berupaya mengenalkan skema beasiswa ini pada penyandang disabilitas agar makin banyak yang melanjutkan studi. Hingga saat ini, tak kurang dari sepuluh disabilitas yang pernah ikut program kami bisa menjadi penerima Beasiswa Afirmasi Disabilitas LPDP,” sambungnya.
Umar mengakui dia banyak mengalami pengalaman buruk pada masa lalu. Dengan kondisi fisiknya, dia kerap dihina dan diremehkan. Bahkan, dia telat masuk Sekolah Dasar (SD) karena ditolak beberapa sekolah.
Bukan hanya itu, ketika hendak berkuliah pun banyak orang yang melarangnya karena mereka menganggap Umar tidak akan dapat menjadi apa-apa. Pengalaman buruk tersebutlah yang memotivasi ia hingga bisa berada di titik ini. Dengan gigih, Umar dapat mewujudkan mimpi-mimpinya dan membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
“Orang tua saya adalah pahlawan bagi saya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Tanpa penerimaan mereka sejak saya bayi, mustahil saya bisa berada di titik ini. Begitu pula keluarga lainnya dan sahabat yang terus mendukung setiap langkah saya. Mereka yang selalu ada, termasuk di titik terendah saya. Tanpa dukungan mereka semua, tidak ada pencapaian positif yang saya raih,” katanya.