Puger kemudian dihujani tembakan oleh pasukan VOC, namun dia tak mundur selangkah pun. Dengan tombak Kiai Plered yang terkenal sakti, dia menyerang Kapten Tack. Sang kapten VOC ini akhirnya tewas seketika akibat tombak sakti Kiai Plered yang menancap di dadanya.
Mengetahui Kapten Tack tewas, pasukan Pangeran Puger mengamuk serentak serupa segerombolan banteng terluka. Pasukan - pasukan Pangeran Puger menombak, memedang, menusuk dan menginjak-injak dengan garangnya para pasukan VOC yang terkapar di tanah dengan tubuh bersimpah darah hingga mati.
Amukan pasukan Pangeran Puger dan Untung Surapati membuat banyak pasukan VOC yang tewas. Tak terhitung lagi banyak anggota pasukan VOC yang tewas hingga mayat-mayatnya bertumpang tindih. Orang-orang VOC yang masih hidup kemudian lari tunggang langgang menyelamatkan diri.