Kisah Heroik Kapten Harun Kabir, Pemimpin Gerilya Cianjur 33 yang Gugur Dieksekusi Belanda

Agus Warsudi
Kisah heroik Kapten Harun Kabir pejuang kemerdekaan asal Cianjur yang gugur dieksekusi Belanda. (Foto: MPI)

Pejuang Kemanusiaan

Kabag Hukum Setda Kabupaten Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mewakili Bupati Cianjur H Herman Suherman, mengapresiasi acara bedah buku tersebut. M Irfan  berharap perjuangan dan pengorbanan Kapten Harun Kabir bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia atau Lokatmala Foundation Wina Rezky Agustina mengatakan, diskusi dan bedah buku ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif akan pentingnya penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang kadang sering terlupakan.

“Dari peristiwa sejarah yang terjadi di Kabupaten Cianjur seperti perjuangan Kapten Harun Kabir yang kini diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kabupaten Cianjur patut diungkap kembali agar diketahui oleh generasi muda,” kata Wina yang juga Dosen di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana Cianjur itu.

Menurut Wina, Kabupaten Cianjur memiliki banyak potensi sejarah yang patut digali secara sungguh-sungguh dengan melibatkan berbagai elemen di masyarakat. Sebab, peristiwa-peristiwa itu menyimpan peninggalan sejarah bernilai tinggi termasuk kecagarbudayaan.

Lokatmala Foundation, kata Wina, mengapresiasi kebijakan Bupati H. Herman Suherman yang telah memberikan ruang yang luas bagi upaya pelestarian cagar budaya. 

Termasuk menetapkan beberapa cagar budaya danLokatmala Foundation dan Historika Indonesia melakukan pendataan menyeluruh terkait objek yang diduga cagar budaya (ODCB) dan menindaklanjutinya menjadi Cagar Budaya (CB). 

“Atas keseriusan itu maka kami menobatkan Bapak Herman Suherman sebagai Bapak Pelestari Cagar Budaya di Kabupaten Cianjur,” ujar Wina.

Acara bedah buku ini dibuka dengan Tarian Soekrati, yang dibawakan oleh Restu Ayu Fridayanti dari Lokatmala Foundation. Sekitar 100 tamu undangan dari berbagai komunitas, guru, dan pejabat Cianjur menghadiri acara bedah buku tersebut.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Heroik Sertu Hamzah, Tetap Bertugas meski Istri Meninggal Tertimpa Longsor

57 tahun lalu

Kisah Heroik TNI Evakuasi Ibu Melahirkan di Aceh Tamiang, Terjang Banjir Pakai Pelepah Pisang

57 tahun lalu

Kisah Heroik Sertu Targis Ayomi, Pulang Kampung di Sorong Bangun Sumber Air Bersih

57 tahun lalu

Peristiwa Merah Putih di Manado, Kisah Heroik Rakyat Sulawesi Utara Pertahankan Kemerdekaan

57 tahun lalu

Kisah Pekerja di Balik Perbaikan Jalan Provinsi, Siaga 24 Jam hingga Tak Kenal Istilah Libur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal