SURABAYA, iNews.id - Hari Pahlawan10 November tak hanya menyisahkan cerita perjuangan berdarah. Ada dua sosok yang menjadi seperti dua sisi keping uang dalam menentukan ruang perjuangan di Kota Surabaya.
Ada Kolonel Sungkono yang militan tak kenal lelah menebar agitasi ke kampung-kampung untuk melawan. Di kepingan perjuangan lainnya, Bung Tomo masuk ke telingga para pejuang lewat udara. Suaranya nyaring dengan letupan semangat dan heroisme untuk terus berjuang.
Dia piawai membakar semangat warga Surabaya di masa pertempuran. Usai perang Surabaya, Bung Tomo ditarik ke Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat. Dia juga diberikan pangkat militer Jenderal Mayor.
Dua sisi keping mata uang itu menjalankan fungsinya. Mereka mampu mengecoh sekutu, menjadikan Surabaya benar-benar membara dan kobaran perjuangan sampai sekarang belum padam. Dari radio, Bung Tomo mengerakan ribuan anak muda untuk angkat senjata.
Suara sinyal radio yang belum jernih masih menangkap lantang suara Bung Tomo. Para arek-arek Suroboyo yang masih muda mendekatkan telingganya ke tepi radio, mendengarkan dengan seksama.