Pak Nur selalu bersemangat mendampingi tim rescue yang mencari para korban. Keterangannya sangat berarti sebagai petunjuk dalam upaya pencarian dan evakuasi para korban.
"Kesaksiannya adalah petunjuk yang sangat berharga bagi segenap tim yang bertugas," ujarnya.
Namun, tim rescue tidak menyangka, Pak Nur juga punya misi sendiri mendampingi mereka dalam pencarian para korban. Pria yang sudah tidak lagi muda itu masih mencari anak kandungnya yang hilang setelah erupsi Gunung Semeru. Tim rescue pun hanya bisa terdiam ketika mendengar kisah Pak Nur.
"Tapi siapa kira, kami semua seketika terdiam tatkala kami tahu bahwa Pak Nur bukan sekadar ingin mendampingi kami. Usut punya usut, rupanya ia pun sedang mencari seseorang yang dinyatakan hilang pascaerupsi besar kemarin. Seseorang yang sangat dekat baginya. Seseorang yang mungkin adalah motivasi hidupnya hingga hari ini," kata Lahar Bara.
"Ya, seseorang itu tidak lain adalah anak kandungnya sendiri, yang sampai hari ini belum berhasil ditemukan. Jangan tanya soal perasaan Pak Nur. Jelas lebih hancur daripada rumah warga yang tersapu awan panas," kata Lahar Bara.