Kisah Gajah Mada Gagalkan Pernikahan Hayam Wuruk dengan Putri Sunda Dyah Pitaloka

Avirista Midaada
Patung Gajah Mada. (Foto: Sindonews)

Dia menginginkan agar Dyah Pitaloka dipersembahkan ke Raja Hayam Wuruk. Namun, raja Sunda menolak permintaan itu. Begitu juga para menak kerajaan Sunda.

Akibatnya orang Sunda dikepung. Raja Sunda pun bersedia menyerahkan putrinya. Namun, para menak tetap menolaknya. Para menak ini menyatakan kesanggupannya dan bersedia mati jika memang terjadi peperangan di lapangan Bubat. 

Kesanggupan para petinggi kerajaan itu memunculkan semangat juang yang tinggi. Mereka naik darah marah usai mendengar usul yang disampaikan Gajah Mada. 

Tercatat Larang Agung, tuan Sohan, tuan Gempong, Panji Melong, orang Pangulu, orang Saya, Rangga Kaweni, orang Siring, Sutrajali, dan Jagatsaya, dan semua orang Sunda bersorak menunggu persiapan perang. 

Pada pertempuran itu, Maharaja dan tuan Usus gugur pada pertempuran permulaan. Konon orang Sunda menyerang ke arah selatan yang membuat tentara Majapahit sempat kocar-kacir. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal