Satuman juga mempersilakan jika ada artis yang ingin menyanyikan lagu-lagu ciptaan putranya sehingga bisa populer. Dia berharap, karya peninggalan Ahmad Budi Cahyono bisa diperdengarkan lebih luas bagi masyarakat Madura dan masyarakat Indonesia. “Barang kali ada artis yang mampu menyempurnakan agar lagu karya almarhum anak saya bisa dikenal masyarakat Madura dan masyarakat Indonesia, kami mengikhlaskannya,” paparnya.
Sejak kepergian guru favorit di SMAN 1 Torjun Sampang itu, lagu-lagu Budi Cahyono dengan sentuhan biola tersebut sedang ramai didengarkan masyarakat, terutama di Madura. Bahkan, banyak yang mengunduh lagu tersebut dari media sosial dan banyak pula yang memujinya.
Sementara itu, keluarga almahum Ahmad Budi Cahyono juga baru saja kehilangan lagi orang yang mereka cintai. Belum lama Budi Cahyono berpulang, keluarga juga harus merelakan kematian nenek Budi yang dimakamkan tadi. Almarhumah dimakamkan di pemakaman setempat, berdampingan dengan makam Budi Cahyono.
Guru seni rupa SMAN 1 Torjun, Ahmad Budi Cahyono, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.40 WIB di RSUD dr Soetomo karena mengalami mati batang otak. Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MHI, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018. Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah muntah-muntah dan pingsan.