Kisah 3 Aliran Kepercayaan di Majapahit yang Disatukan Prabu Hayam Wuruk

Avirista Midaada
Candi peninggalan Majapahit.(ilustrasi).

Oleh karena jumlahnya terlalu kecil, aliran Brahma itu tidak dimasukkan dalam tripaksa. Demikianlah tripaksa itu mencakup tiga aliran agama lainnya, yang besar jumlah pengikutnya. Di antara tiga aliran ini agama Siwa mempunyai pengikut paling banyak berkat kedudukannya menjadi agama resmi Kerajaan Majapahit. 

Agama Buddha menduduki tempat kedua, perkembangan Buddha memang sengaja ditekan agar jangan menyaingi agama Siwa. Pada Nagarakertagama pupuh 16 dinyatakan bahwa para pendeta Buddha yang diutus ke daerah untuk mengumpulkan upeti, dilarang berkunjung dan menyiarkan agama di daerah-daerah di sebelah barat Majapahit. 

Alasannya di daerah itu agama Buddha tidak mempunyai pengikut. Mereka hanya diperbolehkan menyiarkan agama di daerah sebelah timur Majapahit, terutama di Pulau Bali dan Lombok. Sebaliknya para pendeta Siwa boleh berkunjung dan menyiarkan agamanya di mana saja tanpa mengenal pembatasan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal