Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengajak dialog para siswa SDN 9 Sindue. Begitu naik panggung, dia lantas memanggil para siswa untuk bergabung. Khofifah memberikan semangat dan bertanya tentang cita-cita mereka kelak. “Siapa yang ingin jadi tentara? Siapa yang ingin jadi polisi,” ujar Khofifah.
Namun, para siswa malu untuk menjawab sehingga dia memancing anak-anak dengan memberikan bingkisan. Saat itulah, salah seorang siswa berdiri dan menyampaikan mimpinya. Kepada Khofifah, siswa kelas VI SD itu mengaku ingin menjadi ustaz dan telah hafal surat Annaba’.
Khofifah meminta secara khusus para guru dan orang tua untuk lebih banyak memberikan motivasi kepada para siswa. Mereka juga diimbau memberikan referensi agar anak-anak memiliki cita-cita dan harapan untuk masa depan. “Harapan itu akan menjadi tatakan bagi mereka untuk menjalani masa depannya,” katanya.
Sementara itu Bupati Donggala Kasman Lassa menyampaikan terima kasih kepada Khofifah dan juga masyarakat Jatim yang telah membantu warga Donggala membenahi infrastruktur sekolah di Donggala. Bantuan ini sangat membantu masyarakat Donggala, khususnya para siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan.
“Dari yang kami dapat, sebanyak 21.378 rumah rusak. Sebanyak 7.290 rumah yang mengalami rusak berat, 6.000 rusak sedang, dan 7.298 rusak ringan. Kami menyampaikan terima kasih pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan juga masyarakat Jawa Timur,” katanya.