Permintaan Khofifah langsung direspons perwakilan BBWS. Saat itu juga mereka menghubungi petugas mendatangkan ekskavator untuk memperbaiki tanggul. "Iya bu, ini sedang disiapkan. Sekarang (ekskavator) dalam perjalanan," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono mengatakan, meluapnya Sungai Jeroan diakibatkan debit air di muara Sungai Bengawan Solo naik, sehingga aliran air kembali. Kondisi ini diperparah dengan hujan deras sejak sepekan terakhir.
"Kalau aliran ke Sungai Bengawan Solo lancar, tentu tidak akan seperti ini. Lha, sekarang ini numpuk. Aliran terhenti, ketambahan lagi ada aliran dari lereng gunung Wilis. Sehingga meluber ke mana-mana," katanya.
Seperti diketahui, banjir bandang menerjang Kabupaten Madiun sejak Rabu (6/3/2019) dinihari. Sedikitnya 39 desa di delapan kecamatan terendam air dengan ketinggian berbeda-beda. Tidak ada korban jiwa, namun banjir ini merusak permukiman dan utilitas umum di kawasan sekitar.