SURABAYA, iNews.id – Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponoes) Miftachus Sunnah, Surabaya ini terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-X MUI di Jakarta, Kamis (26/11/2020) malam.
“Ketua Umum KH Miftachul Akhyar,” kata Juru Bicara Sidang Komisi Bidang Fatwa dalam Sidang Pleno, Asrorun Ni'am Sholeh melalui pesan singkatnya, Jumat (27/11/2020).
Kiprah Kiai Miftah dalam dunia dakwah dan organiasi memang tidak diragukan lagi, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama. Sebab, sejak usia muda, kiai kelahiran Surabaya tahun 1953 ini sudah mengabdikan diri di Nahdlatul Ulama (NU).
Berdasarkan dokumen NU, Kiai Miftah pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surabaya pada tahun 2000-2005. Setelah itu dua periode menjadi Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (Jatim) (2007-2018) dan berlanjut menjadi Rais Aam PBNU, pucuk pimpinan tertinggi di jamiyah NU hingga sekarang.
Di kalangan NU, Kiai Miftah juga terkenal tegas dan berani. Saat ramai isu penistaan agama misalnya, Kiai Miftah juga pernah meminta Polri menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ketegasan Kiai Miftah juga terlihat saat polemik penggunaan ahlul halli wal aqdi (sisten musyawarah) dalam pemilihan Rais Aam PBNU pada muktamar NU di Jombang 2015 lalu.