Wali Kota Pasuruan ini membantah pemberhetian KH Marzuki Mustamar dari jabatan Ketua PWNU Jatim terkait pilihan politik. Belakangan beredar isu KH Marzuki dicopot karena mendukung paslon capres-cawapres tertentu dalam Pilpres 2024.
"Bukan karena faktor politik. Ini karena semata-mata soal missmanajemen dan beberapa yang lain," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul dengan tegas mengatakan, PBNU juga tidak pernah memaksakan kehendak politik apa pun kepada para pengurus dan kadernya. Pihaknya membebaskan sesuai pilihan serta hati nurani masing-masing.
"Jadi di NU ini bebaslah, mau milih siapa saja silakan sesuai dengan hati nurani. Kita enggak akan memaksa orang," ucapnya.
Terkait siapa pengganti KH Marzuki, Gus Ipul menjelaskan hal itu ditentukan dalam rapat pleno wilayah yang dipimpin Rais Syuriah Jatim. Rapat pleno ini harus digelar 2 minggu setelah pemberhentian KH Marzuki.
"Jika rapat pleno tidak segera dilaksanakan, PBNU akan mengambil alih. Bisa ditunjuk, bisa careteker, nanti tergantung situasi dan kondisinya," ujar Gus Ipul.