Ketika Raja Mataram Dapat Hadiah Istimewa dan Langka dari Penguasa Pesisir Utara Jawa 

Avirista Midaada
Amangkurat I dari Mataram (Foot: Dok perpusnas.go.id)

Sementara, pedagang Evert Michielsen dalam suratnya beranggapan, bahwa jenis hewan yang dibawa masih sangat jarang ditemukan di Jawa. Michielsen memang kembali pada tanggal 19 Maret 1659 (Daghregister) ke tempatnya, dan di sana menemukan penggantinya telah meninggal karena terlalu banyak menikmati minuman keras. Sebelum meninggal, petugas yang tidak becus ini memperlakukan dengan buruk sekali utusan Sunan yang dikirimkan untuk menerima hewan-hewan itu. 

Sebaliknya, Michielsen segera memberitahukan secara tertulis kepada para penguasa pesisir yang ada di kota Istana bahwa ia telah kembali, dan membawa serta empat ekor lembu dari surat berikut kereta-keretanya untuk Sunan. Sunan dapat mengirimkan utusannya untuk mengambil hewan itu. 

Kemudian datang beberapa utusan Sultan Amangkurat I untuk mengambil hewan berikut kereta-kereta itu yang sebelumnya dilapisi dengan kain laken merah oleh Michielsen. Mereka bertanya apakah ada hadiah yang lain lagi, karena mengira bahwa lembu dan keretanya itu baru merupakan hadiah yang formal untuk Sunan.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Amangkurat I Bangun Istana Megah Kerajaan Mataram, Dikelilingi Danau Buatan

57 tahun lalu

Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Plered yang Megah

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Akhir Keruntuhan VOC, dari Skandal Korupsi hingga Bangkrut Biayai Perang Lawan Mataram

57 tahun lalu

Kesaktian Pusaka Kiai Bicak, Bantu Mataram Kalahkan Kerajaan Pajang di Prambanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal