Kesaktian Mpu Bharada, Kalahkan Calon Arang hingga Terbang ke Bali dengan Selembar Daun

Avirista Midaada
Arca penggambaran sosok Mpu Bharada. (Foto: Aroengbinang).

Sesampainya di Bali, permintaan Airlangga yang disampaikan Mpu Bharada pun ditolak Mpu Kuturan yang berniat mengangkat cucunya menjadi raja Bali. 

Alhasil Airlangga terpaksa membelah kekuasaan kerajaan kepada dua putranya. Mpu Bharada bertugas menetapkan batas antara kedua belah negara.

Dikisahkan, di sinilah kesaktian Mpu Bharada kembali muncul. Dia terbang sambil mengucurkan air kendi. Tetapi ketika sampai dekat Desa Palungan, jubah Mpu Bharada tersangkut ranting pohon asam.

Dia marah dan mengutuk pohon asam itu menjadi kerdil. Oleh karena itu, penduduk sekitar menamakan daerah itu Kamal Pandak, yang artinya asem pendek.

Desa Kamal Pandak pada zaman Majapahit menjadi lokasi pendirian Prajnaparamitapuri yaitu Candi Penghargaan Arwah Gayatri, istri Raden Wijaya. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jejak Airlangga, Sang Raja Besar Jawa di Kerajaan Kahuripan dan Kediri

57 tahun lalu

Kisah Gajah Mada Mahapatih Majapahit Taklukkan Raja Bali usai Ucapkan Sumpah Palapa

57 tahun lalu

Kesaktian Gajah Mada, Lolos dari Kepungan Pasukan Elite Majapahit usai Perang Bubat

57 tahun lalu

Raja Airlangga, Pendiri Kerajaan Kahuripan di Lereng Gunung Lawu

57 tahun lalu

Karomah Sunan Bonang, Ubah Buah Aren Jadi Bongkahan Emas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal