"Namun karena keterbatasan armada, pengiriman air bersih harus digilir per desa per hari," katanya.
Dia menambahkan, tangki dengan volume 5.000 liter ini rata-rata cukup kebutuhan keluarga yang terdiri atas lima orang selama dua pekan. Di luar bantuan BPBD, warga biasanya harus membeli air bersih dengan harga Rp200.000 per tangki.
Desa-desa yang terdampak kekeringan diperkirakan juga bakal terus bertambah. Sebab jika mengacu data kekeringan dari tahun ke tahun, di wilayah Tulungagung sedikitnya ada enam kecamatan yang menjadi langganan kekeringan.
Daerah-daerah rawan kekeringan tersebut rata-rata berada di wilayah pedalaman dengan topografi daerah dataran tinggi yang kering. Di antaranya Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Rejotangan, Kalidawir, Besuki dan Pagerwojo.