Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kecewa Kompetisi Liga 1 Bergulir Lagi

Avirista Midaada
Keluarga korban tragedi Kanjuruhan Devi Athok Zulfitri. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

“Saya suporter mulai tahun 1995, mulai SMP saya sebagai suporter, dan saya mengenalkan sepak bola ke anak saya, dan keluarga saya. Sampai detik ini pun saya sangat menyesal sekali mengenalkan bola kepada anak saya, keluarga saya,” ucapnya. 

Karena itu dia meminta agar tidak kepada para Aremania tidak lagi terlalu fanatik mendukung Arema FC bila ujungnya nyawa mereka tidak dijamin oleh penyelenggara kompetisi.

“Jangan konyol untuk fanatik melihat bola kalau pihak manajemen tidak mendampingi. Sangat konyol sekali. Mohon maaf kepada Aremania yang telah saya didik untuk fanatik seperti saya,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ricuh 2 Kubu Suporter di Pasuruan Jelang Derby Jatim, Diduga Bonek dan Aremania

57 tahun lalu

Polisi Buru Suporter Arema Pelempar Batu ke Bus Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan

57 tahun lalu

7 Fakta Aremania Lempari Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Tak Diduga

57 tahun lalu

Persib di Ambang Juara Liga 1, Polisi Antisipasi Euforia Bobotoh di Sejumlah Titik

57 tahun lalu

3 Contoh Undangan Halal Bihalal Keluarga, Momen Spesial untuk Saling Memaafkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal