Keluarga Korban Minta Tragedi Ponpes Al Khoziny Diusut: Kami Ingin Kepastian dan Keadilan

Tim iNews
Keluarga korban Ponpes Al Khoziny meminta polisi mengusut dugaan kelalaian pembangunan musala yang menewaskan puluhan santri. (Foto: Ilustrasi)

“Pengurus memang sempat menghubungi orang tua korban, tapi bukan untuk memberi penjelasan, hanya menenangkan. Sementara pak kiai sama sekali belum berani bertemu dengan wali santri,” ujarnya.

Hamida juga menyoroti dugaan kelalaian dalam pembangunan musala empat lantai tersebut. Dia menilai, struktur bangunan tidak memenuhi standar keamanan, terutama karena bagian atas masih dalam proses pengerjaan saat digunakan untuk kegiatan ibadah.

“Bagaimana mungkin lantai atas masih dalam tahap pengecoran basah, tapi lantai bawah sudah dipakai untuk salat. Itu fatal,” ucapnya.

Dia menilai, kelalaian dalam konstruksi menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. Sebab itu, keluarga korban menuntut agar aparat penegak hukum mengusut tuntas siapa yang harus bertanggung jawab atas bencana ini.

Hamida dan keluarga besar korban mendesak Polda Jawa Timur untuk menindaklanjuti dugaan kelalaian tersebut secara hukum. Mereka meyakini ambruknya bangunan tidak disebabkan faktor alam, melainkan kelalaian manusia yang harus dipertanggungjawabkan secara pidana.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah bakal Audit Bangunan Ponpes Tua Berusia 100-200 Tahun

57 tahun lalu

BNPB: Seluruh Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Telah Ditemukan

57 tahun lalu

Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Ambruk Ditutup, 67 Orang Tewas

57 tahun lalu

Beda Data BNPB dan Basarnas Jumlah Korban Tewas Ponpes Al Khoziny Ambruk, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

61 Orang Tewas di Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Baru 17 Jenazah Teridentifikasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal