“Sebagian besar bahannya campuran kayu dan bambu dengan tiang cor serta beratap asbes. Pada alas bambu di atasnya diberi sekam padi dan pemanas api dari gas elpiji yang diblower,” kata Tedy.
Saat api muncul pertama kali, pemilik peternakan ayam, yakni Andy Wahyudi (41) warga setempat sedang tidak berada di tempat. Andi baru datang ke lokasi saat api sudah berkobar hebat.
Saat itu di lokasi kebakaran terdapat tiga orang pekerja kandang. Dibantu warga dengan alat seadanya, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. “Sebab kandang ayamnya tergolong luas dan api sudah menjalar kemana mana,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, dari puing-puing reruntuhan kandang petugas mengumpulkan satu unit blower yang ludes terbakar. Kemudian satu tabung gas elpiji tiga kilogram, kayu bekas, dan sisa asbes yang semuanya dalam kondisi hangus. “Semua dikumpulkan sebagai barang bukti,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik peternakan, Adi Wahyudi terlihat syok. Dia mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp350 juta. Pasalnya, sebanyak 6.000 ekor ayam hangus terbakar.