“Kekebalan tubuh berperan aktif dalam menurunkan epidemi. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dari kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi BDB,” katanya.
Karena itu, masyarakat, kata Anik, harus diberi pengertian untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Mulai dari menguras dan membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, vas bunga, kolam, genangan air.
Kemudian, menutup rapat penampungan air seperti gentong air. Bila perlu, ember diletakkan dalam posisi terbalik. Mengubur barang bekas serta menabur bubuk abate pada tempat penampungan air. Tidak kalah penting, membuka jendela dan pintu agar sirkulasi udara berjalan baik.
“Pengendalian nyamuk tak cukup hanya dengan membunuh nyamuk dewasa. Perlu juga antisipasi terhadap larva serta jentik nyamuk. Oleh karena itu, dilakukan bersama,” katanya.
Sebab, upaya pengasapan atau fogging juga tak begitu efektif menghambat penyebaran jentik nyamuk apabila tak dibarengi dengan pola hidup sehat menjaga lingkungan. Sebab, sifatnya hanya menghambat kurva epidemi.