Menurut Sutiaji, itu yang membuat dirinya berkeyakinan bahwa pembelajaran tatap muka di Kota Malang masih bisa digelar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
"Insya Allah saya punya keyakinan kok tetap bisa jalan sehingga (sekolah) tatap mukanya nanti kita kuatkan," kata pria kelahiran Lamongan ini.
Namun Sutiaji menegaskan, program vaksinasi Covid-19 harus terus ditingkatkan dan didorong. Vaksinasi ini terutama bagi para guru yang belum tervaksin.
"Vaksinasi anak-anak belum, yang penting guru dan orang tuanya. Kita akan gencarkan vaksinasi. Vaksin yang selama ini di kita yang Sinovac 100.000 ditambah 60.000, 25.000, ditambah," katanya.
Pemkot Malang pun telah mengajukan tambahan untuk vaksinasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diprioritaskan bagi para lanjut usia, masyarakat yang berusia 18 tahun, dan guru-guru yang belum terakomodasi vaksinasi Covid-19.