Namun, di tahun 2016, Rendra mengambil langkah berani. Dia meninggalkan Partai Golkar yang sudah membesarkannya dan hijrah ke Partai NasDem. Di partai besutan Surya Paloh itu, Rendra bahkan dipercaya menjadi Ketua DPW NasDem Jatim.
Perjalanan panjang Rendra ternyata gagal berbuah manis. Senin (8/10/2018) Rendra Kresna tersandung kasus hukum. Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu, bahkan mengakui sudah menjadi tersangka, kendati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan pernyataan resmi.
Pengakuan Rendra disampaikan secara terbuka kepada media, Selasa (9/10/2018). Pengakuan disampaikan setelah malam sebelumnya, Senin (8/10/2018), penyidik KPK menggeledah rumah dinas miliknya.
“Saya disangkakakan menerima gratifikasi dari pemborong, rekanan, tahun 2011. Ya tersangka saya. Saya baca di berita acara penggeledahan KPK. Itu kan menyatakan bahwa saya sebagai tersangka kasus ini, nama, dan sebagainya,” kata Rendra, Selasa (9/10/2018).
Pengakuan Rendra ini sempat membuat kaget banyak pihak karena KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tak hanya itu, Rendra juga terlihat santai dan tegar mengungkap status barunya. “Ya, siang tadi beliau bertemu wartawan dan membuka semua. Sangat tegar dan ini memang karakter beliau,” tutur salah seorang staf Pemkab Malang.