Sementara 25 persen sisanya sejak awal mengeluh sakit. Mereka yang kemudian diketahui terkonfirmasi positif tersebut menjalani rapid test dan swab test massal. Pemeriksaan dilakukan setelah diketahui ada riwayat mereka berkontak erat dengan pasien positif sebelumnya.
"Dari 84 orang yang menjalani swab test, 34 di antaranya terkonfirmasi positif," ujar Krisna Yekti.
Dengan kondisi daya tampung rumah sakit rujukan dan rumah sakit penyangga di Kabupaten Blitar yang sudah overload, Tim Gugus Tugas menggunakan gedung LEC (Local Education Center) milik Provinsi Jatim di Kecamatan Garum sebagai tempat isolasi baru.
Pemkab Blitar juga memakai gedung RSUD Srengat yang pembangunannya belum rampung 100 persen dan Puskesmas Sutojayan. Baik pasien yang sakit maupun berstatus OTG, akan diisolasi di tiga tempat isolasi baru tersebut. "Kapasitas ketiga tempat isolasi baru tersebut 60 pasien," ujar Krisna Yekti.
Diketahui, hingga 17 Juli 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 93 kasus dengan perincian 27 sembuh, 57 dirawat dan 9 meninggal dunia. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 sebanyak 98 orang dengan perincian, 61 pulang, 11 dirawat dan 26 meninggal dunia.
Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.054 orang. Perinciannya, sebanyak 988 orang selesai dipantau 14 hari, 30 orang dipantau, 4 dirawat dan 34 orang meninggal dunia.