Menurut anak kedua Endang, Reni Puspitasari, ibunya sudah menjadi TKI sejak 25 tahun lalu. Selama itu, ibunya hanya pulang ke Indonesia sekali di tahun 2011 dan menghabiskan waktu selama satu bulan di kampung.
“Saat itu saya masih kelas 3 SD, dan hanya bersama selama satu bulan saja” katanya.
Dia mengaku kabar meninggal ibunya berasal dari Paguyuban Putra Putri Banyuwangi (P3B) yang menyebarkan informasi ini di media sosial. Dari media sosial ini dilaporkan ke Dinas Sosial Banyuwangi yang kemudian meneruskannya ke Kelurahan Kepatihan.
“Kelurahan Kepatihan itu tempat tinggal saudara, yang lalu memberitahukan kepada kami anak-anaknya di Kertosari,” katanya.
BACA JUGA: TKI asal Trenggalek Ditemukan Tewas, Polisi Tangkap Rekan Kerja Korban