Jasad TKI Banyuwangi Dimakamkan di Batam karena Tak Punya Biaya Pemulangan Jenazah

Eris Utomo
Reni Puspitasari, (Jibab merah), anak kedua dari TKI yang meninggal di Batam, Kepri, Endang Sulastin. (Foto: iNews/Eris Utomo)

Menurut anak kedua Endang, Reni Puspitasari, ibunya sudah menjadi TKI sejak 25 tahun lalu. Selama itu, ibunya hanya pulang ke Indonesia sekali di tahun 2011 dan menghabiskan waktu selama satu bulan di kampung.

“Saat itu saya masih kelas 3 SD, dan hanya bersama selama satu bulan saja” katanya.

Dia mengaku kabar meninggal ibunya berasal dari Paguyuban Putra Putri Banyuwangi (P3B) yang menyebarkan informasi ini di media sosial. Dari media sosial ini dilaporkan ke Dinas Sosial Banyuwangi yang kemudian meneruskannya ke Kelurahan Kepatihan.

“Kelurahan Kepatihan itu tempat tinggal saudara, yang lalu memberitahukan kepada kami anak-anaknya di Kertosari,” katanya.

BACA JUGA: TKI asal Trenggalek Ditemukan Tewas, Polisi Tangkap Rekan Kerja Korban

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggerebekan di Batam, Polda Kepri Bongkar Sindikat Judi Online Skala Besar

57 tahun lalu

Penikam Rekan Kerja di Batam Ditangkap, Korban Luka di Perut dan Pinggang

57 tahun lalu

Sakit Hati Dipecat, Pria di Batam Nekat Bakar 4 Motor Rekan Kerja

57 tahun lalu

Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Korban Minta Diusut Tuntas

57 tahun lalu

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 HP Ilegal Bernilai Fantastis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal