Buchori menyebutkan, sejumlah nama telah muncul ke permukaan. Mereka di antaranya anggota DPD RI Ahmad Nawardi; adik kandung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Syamsul Arifin; politisi PKB Camelia Habibah, serta tokoh milenial Juliana Evawati.
“Kalau saya cukup tahu diri. Partai saya (PPP) hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Kota Surabaya. Kami hanya akan menjaring dan memfasilitasi para tokoh Madura yang akan kami usung nanti,” ujarnya.
Buchori mengatakan, keterwakilan tokoh Madura di Pilwali Surabaya, diyakini bisa menepis stigma negatif terhadap warga Madura. Selama ini, stigma yang muncul terhadap masyarakat Madura umumnya hal-hal berbau negatif dan terpinggirkan.
“Karena itu, imej positif itu yang terus kami bangun supaya masyarakat Madura juga bisa memberikan sumbangsih positif untuk pembangunan di Surabaya,” katanya.
Buchori menjelaskan, saat ini jumlah warga Madura yang berada di Surabaya kurang lebih mencapai 900.000 jiwa. Jumlah ini setara dengan 30 persen dari total penduduk di Surabaya sebanyak 3 juta jiwa.