Dia menambahkan, biasanya para pekerja double track kerap bergantian menjaga perlintasan setiap kendaraan operasional pengerjaan keluar masuk. namun, nahasnya kecelakaan terjadi di saat bubaran jam kerja yang membuat pergerakan truk trailer tidak terpantau.
Kuat dugaan pengemudi tidak bisa menyeberangkan truknya karena terjebak lumpur licin di perlintasan menanjak tersebut. Sehingga sang sopir memilih keluar dari kemudi dan hingga saat ini belum ditemukan.
"Area di sini sepi biasanya namun ramai karena memang sedang ada pengerjaan double track," katanya.
Akibat tabrakan tersebut kondisi truk rusak parah hingga tak berbentuk dan terlempar sekitar 50 meter dari titik perlintasan. Bagian kabin hancur dan sejumlah serpihan truk ditemukan menyebar di sekitar lokasi.