Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. Dia juga menjanjikan akan membantu pembayaran SPP. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang.
Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
"Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkatnya. Telponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat datang ke rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," katanya.
Meski sudah melakukan perilaku tidak senonoh, AF tidak pernah mengancam. Kepseknya hanya berpesan agar tidak bercerita soal perbuatannya kepada orang lain, termasuk guru di sekolah.
"Tidak pernah ada ancaman serius, tapi tidak boleh bilang ke siapa pun termasuk guru-guru juga tidak boleh tahu," ucapnya.